SEKILAS INFO
22-10-2020
  • 4 bulan yang lalu / Pembagian Rapor Tanggal 27 Juni 2020.
  • 4 bulan yang lalu / Belajar dirumah akan diperpanjang hingga tanggal 13 Juni 2020 atau sampai ada pemberitahuan
  • 5 bulan yang lalu / Selamat datang di Website Sekolah Menengah Atas Negeri Bangun Jaya. Merupakan salah satu sarana publikasi dan informasi tentang kegiatan di SMA Negeri Bangun Jaya. Kritik dan Saran yang membangun kami harapkan untuk perbaikan ke depan !
22
May 2020
0
Pandemi Covid-19, Pemda Diminta Segera Tetapkan Juknis PPDB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk segera menetapkan petunjuk teknis (juknis) pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di wilayah masing-masing.

Selain penetapan zona, kuota, dan jalur PPDB, pedoman teknis tersebut harus memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini untuk mengantisipasi adanya calon peserta didik yang tidak bisa melakukan pendaftaran secara daring (online), sehingga harus mendaftar secara luring (offline) di sekolah.

“PPDB tetap dilakukan tetapi kita dorong secara daring. Kalau tidak bisa secara daring, maka bisa secara kehadiran. Tetapi, protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat seperti harus pakai masker, harus ada tempat cuci tangan, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan seterusnya. Kemudian, jaga jarak itu harus dilakukan,” jelas Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Hamid Muhammad di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

 

Merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, daerah yang membutuhkan bantuan teknis mekanisme PPDB secara daring dapat mengajukan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbud.

Hingga Minggu (17/5/2020), terdapat 32 dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota yang mengajukan integrasi data kepada Pusdatin Kemdikbud.

 

Di antaranya adalah Cilegon, Kabupaten Tangerang, Samosir, Kebumen, Situbondo, Lumajang, Sleman, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.

Selanjutnya, Ternate, Sumatera Utara, Barru, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Maluku, Pare-Pare, Pesawaran, Demak, Bangka Belitung, Lhokseumawe, Serang, Klungkung, Berau, Pandeglang, Musi Rawas Utara, Pasuruan, Bojonegoro, Bondowoso, Buleleng, Pinai, dan Morowali.

Per Senin (18/5/2020), Sumatera Utara, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat dinyatakan melakukan PPDB secara daring. Sedangkan, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Maluku membuka pendaftaran campuran (luring dan daring) bagi calon peserta didiknya.

Data ini, ungkap Hamid, berdasarkan hasil survei Kemdikbud terkait pemantauan pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 oleh dinas pendidikan provinsi.

“Kami mengimbau dinas pendidikan yang belum menetapkan tata cara pelaksanaan PPDB di masa darurat Covid-19, baik secara daring, luring, atau campuran, agar segera menetapkan tata cara tersebut,” pesan Hamid.

Sumber: BeritaSatu.com